Keuangan

Pengertian Reksadana dan Cara Investasinya

Sebagai salah satu instrumen investasi, reksadana memiliki popularitas yang telah dikenal masyarakat luas. Advertisement Produk ini juga menjadi salah satu yang paling...

Written by Widiatmoko Eling · 2 min read >
reksadana adalah

Sebagai salah satu instrumen investasi, reksadana memiliki popularitas yang telah dikenal masyarakat luas.

Advertisement

Produk ini juga menjadi salah satu yang paling direkomendasikan untuk investasi para pemula.

Meski begitu, ada saja yang tak tahu pengertian dan cara investasinya.

Untuk lebih jelasnya, kamu bisa mempelajari gambaran tentang reksadana dan sistemnya melalui ulasan berikut.

Pengertian Reksadana

Dalam sektor ekonomi, reksadana adalah sebuah wadah untuk investasi. Secara lebih rinci, berikut pengertian reksadana yang disadur dari berbagai sumber :

  1. Sesuai dengan UU Pasar Modal Tahun 1995 nomor 8, tepatnya tercantum di ayat 27 pasal 1, reksadana diartikan sebagai suatu wadah, fungsinya untuk menghimpun dana dari pemodal yang dinvestasikan dalam wujud portofolio efek melalui pihak manajer investasi dengan ketentuan telah mengantongi izin dari pihak Bapepam.
  2. Sementara Rahardjo mengartikan reksadana sebagai sebuah kumpulan dana masyarakat, baik pemodal atau investor, guna dikelola manajer investasi dan diwujudkan dalam bermacam portofolio efek maupun produk keuangan lain.
  3. Di sisi lain, Widoatmodjo mendefinisikan reksadana sebagai suatu surat berharga dan diterbitkan oleh pihak manajer investasi untuk dijual pada investor. Hasil penjualan nantinya dimanfaatkan guna membuat portofolio efek hingga resiko berinvestasi akan menurun, dengan laba yang menjanjikan.

Sederhananya, reksadana dapat diibaratkan sebagai suatu wadah milik manajer investasi yang berisi berbagai jenis saham di dalamnya.

Agar kamu lebih paham tentang pengertian dan cara investasinya, pelajari tata cara berinvestasi berikut dengan seksama.

Cara Mudah Memulai Investasi Reksadana

Langkah pertama sebelum memulai terjun dalam sektor reksadana, ada baiknya kamu meyakinkan diri soal tujuan utamamu berinvestasi.

Nantinya tujuan yang jelas akan membuatmu lebih mudah memutuskan jangka waktu investasi serta tipe reksadana yang pas untukmu.

Jika sudah menemukan tujuan, kamu bisa memulai berinvestasi dengan mengikuti alur berikut ini.

Pilihlah Platform Investasi

Memilih platform terpercaya sangatlah penting demi keamanan dana investasi yang kamu suntikkan. Namun, kini kamu bisa lebih mudah dalam memilihnya.

Tentu berkat hadirnya platform besar yang mulai menawarkan jasa sebagai manajer investasi dan terbukti kredibilitasnya. Sebut saja Tokopedia, Ipotfund, Bareksa.com, hingga Bukalapak.

Pahami jenis-jenisnya

Pada dasarnya reksadana memiliki beraneka produk di dalamnya. Tentu tiap jenis  memiliki keunggulan dan kekurangannya sendiri-sendiri.

Berdasarkan alokasi investasi, reksadana terbagi menjadi beberapa jenis di bawah ini.

Reksadana pasar uang; artinya alokasi investasimu ditempatkan ke dalam instrumen pasar uang secara keseluruhan.

Contohnya dalam deposito berjangka, SBPU (Surat Berharga Pasar Uang), SBI (Sertifikat Bank Indonesia), hingga obligasi.

Reksadana pendapatan tetap; seperti namanya, alokasi investasi ini menempatkan dana pada obligasi dalam komposisi minimum sebesar 80%.

Jenis ini cenderung memiliki rasio pengembalian yang stabil lantaran mempunyai aset surat utang dengan berbagai keuntungannya.

Reksadana campuran; penanaman modal investasi jenis ini seringkali berfokus pada pengalokasian dana dalam beberapa instrumen keuangan secara bersamaan.

Seperti dalam deposito, obligasi, saham, ataupun pasar uang. Jenis ini masih dibagi lagi ke dalam beberapa kategori lain, meliputi; Reksadana campuran defensif, campuran berimbang dan campuran dinamis.

Reksadana saham; yakni penempatan investasi dengan mengalokasikan dana dengan perbandingan 80:20.

Baca Juga : Mengintip Fakta Menarik Tentang Keuntungan Reksadana

Tentukan Jangka Waktu Untuk Investasi

Tiap orang memiliki selera berbeda untuk menentukan lamanya waktu investasi.

Umumnya, ada investasi yang hanya beberapa bulan saja, 1 tahun,  3 tahun, 5 tahun, dan lebih dari 5 tahun. Sebaiknya pilihlah jenis pasar uang untuk jangka kurang dari setahun.

Untuk kisaran 1-3 tahun, sebaiknya pilih jenis pendapatan tetap. Sementara untuk rentang 3-5 tahun gunakan jenis  campuran.

Jika lebih dari 5 tahun, sebaiknya kamu menanamkan investasi lewat reksadana saham saja.

Sesuaikan Dengan Kebutuhan

Banyak ilmu soal penanaman investasinya, namun semuanya harus kembalikan pada kapasitas dan kebutuhanmu sendiri.

Jika kamu mengharap laba yang tinggi tentunya kamu pun harus berani menanggung resiko tinggi pula.

Atau, pilih bermain di zona aman saja agar tak menderita kerugian terlalu besar. Yang terpenting, pelajari rekam jejak reksadanamu minimal perkembangannya dalam 3 tahun terakhir.

Setelah memahami pengertian dan cara investasinya, kamu bisa menjajal memilih reksadana yang tepat dan minim resiko.

Perhatikan untuk selalu memastikan reksadanamu berada di bawah naungan OJK.

Advertisement

Untuk makin meningkatkan kompetensimu dalam berinvestasi, belajarlah pula untuk memahami prospectus reksadana lebih giat lagi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *