Bisnis

Cara Membuat Bisnis Model Canvas Bagi Pemula Usaha

Bisnis model canvas adalah kerangka kerja yang disusun untuk menjelaskan, memvisualisasikan, menilai, dan mengubah model bisnis agar kinerja yang dihasilkan lebih optimal....

Written by Widiatmoko Eling · 3 min read >
BISNIS MODEL CANVAS
model canvas
Sumber Gambar : zahiraccounting.com/

Bisnis model canvas adalah kerangka kerja yang disusun untuk menjelaskan, memvisualisasikan, menilai, dan mengubah model bisnis agar kinerja yang dihasilkan lebih optimal. Canvas ini dapat digunakan tanpa terbatas sektor usahanya.

Advertisement

Bisnis model canvas memiliki sembilan elemen yang saling berhubungan. Secara fungsi, sembilan elemen tersebut terbagi menjadi tiga kategori yaitu; desirability yang mendefinisikan keinginan founder, feasibility yang mendefinisikan dukungan untuk merealisasikan keinginan tersebut, dan viability yang mendefinisikan ketahanan bisnis tersebut.

Membuat Bisnis Model Canvas Dengan Memperhatikan Elemen BMC

Dalam membuat bisnis model canvas, para pemula usaha harus memperhatikan sembilan elemen yang terdapat dalam bisnis model canvas.

Tanpa memperhatikan elemen-elemen tersebut, bisnis model canvas yang dibuat tidak akan optimal jika digunakan sebagai startup bagi pemula usaha.

Elemen-elemen tersebut saling berhubungan membentuk sebuah bisnis model canvas yang baik dan benar.

1. Customer Segments

Pada dasarnya elemen ini berisi dengan daftar konsumen daftar yang dituju. Di dalamnya harus terdapat informasi tentang siapa saja pengguna utama dari produk maupun layanan, bagaimana karakteristik dari pengguna utama produk maupun layanan tersebut, dan apa saja segmentasi konsumen yang ingin disasar.

Segmentasi konsumen bisa beraneka ragam. Sebuah produk bisa saja menyasar lebih dari satu segmen. Beberapa jenis segmentasi dalam startup yaitu; Business to Consumer, Business to Business, Costumer to Costumer, Business to Government, atau gabungan dari beberapa segmen.

Karakteristik dari masing-masing segmen pelanggan bisa saja berbeda-beda penjabarannya, sehingga para pemula usaha harus memahami setiap karakteristik dari segmen pelanggannya secara mendalam agar segmen yang dituju tidak salah.

2. Value Proposition

Value Proposition berisi tentang solusi yang ditawarkan kepada pelanggan. Velue Proposition harus menjelaskan tentang masalah apa yang coba diselesaikan oleh produk Anda, seberapa signifikan permasalah tersebut, solusi apa yang ditawarkan, dan apa manfaat solusi tersebut bagi konsumen.

Value proposition harus dibuat semenarik dan sekreatif mungkin sehingga produk atau layanan yang akan dipasarkan mampu masuk dan bertahan di pasaran. Value proposition yang diberikan juga harus bersaing dengan value proposition dari produk atau jasa kompetitor.

3. Channel

Channel berisi tentang bagaimana cara solusi yang dimiliki oleh pemula usaha dapat disampaikan kepada pelanggan.

Prinsipnya akan terkait dengan pemasaran, penjualan, distribusi, dan dukungan pasca penjualan. Dalam elemen ini harus menjelaskan bagaimana cara Anda berkomunikasi dengan pelanggan, dan bagaimana cara menyampaikan produk ke konsumen.

Elemen ini sangatlah penting untuk dipikirkan dengan matang karena tanpa adanya rencana yang jelas tentang elemen ini, produk yang Anda berikan tidak akan tersampaikan kepada pelanggan atau sasaran utama dalam pasaran Anda.

4. Revenue Streams

Elemen yang harus dipikirkan selanjutnya adalah bagaimana solusi yang dihasilkan dapat menghasilkan pemasukan bagi pemula usaha.

Revenue streams ada yang bersifat langsung, misalnya pembayaran per transaksi, lisensi, berlangganan, iklan, penjualan produk, dll. Selain itu, ada juga yang sifatnya tidak langsung misalnya referral, affiliate, dll.

Dalam segmen ini harus terdapat penjelasan tentang bagaimana model penghitungan harga atau pricing model yang diterapkan, bagaimana perbandingan kontribusi antar revenue streams, bagaimana harga yang diberikan oleh kompetitor produk sejenis, dan pada harga berapa konsumen mau membayar.

Revenue streams harus dipikirkan dengan matang dan memperhatikan banyak aspek. Dalam memikirkan revenue streams pemula usaha juga harus memikirkan berbagai aspek dan elemen yang lain sehingga tidak salah dalam memberikan dan menentukan pricing models atau perhitungan harga produk yang akan dipasarkan.

5. Customer Relationship

Customer relationship adalah mekanisme atau cara apa yang akan dilakukan oleh pemula usaha untuk berhubungan dengan pelanggan.

Tujuannya agar transaksi dari produk tersebut meningkat, sehingga para pelanggan tidak berpaling ke produk kompetitor atau produk lain.

Melakukan komunikasi dengan pelanggan haruslah disesuaikan juga dengan sasaran pasar atau pelanggan yang dituju.

Jika sasaran pasar dari pemula usaha adalah anak-anak, pasti cara berhubungan yang dilakukan akan berbeda dengan pemula usaha yang memiliki sasaran pasar atau pelanggan orang dewasa.

Baca Juga : Pentinganya Digital Marketing Untuk Penjualan

6. Key Activities

Key activities merupakan aktivitas yang terdiri berbagai macam kegiatan untuk merealisasikan berbagai elemen di atas.

Anda dapat memulai dari melakukan riset konsumen, melakukan pengembangan produk, hingga melakukan distribusi melalui kanal atau cara yang ditentukan.

Key activities perlu dipikirkan dengan baik, kemudian dilakukan agar pemula usaha tahu apa yang harus dilakukan dengan produk atau layanannya.

Hal ini dilakukan tentunya agar produk atau layanan yang dipasarkan tidak mati dari pasaran. Tentunya agar dapat bersaing di pasaran dengan kompetitor produk sejenis.

7. Key Resources

Key resources, merupakan berbagai macam kebutuhan apa saja yang diperlukan dan harus disediakan untuk bisa merealisasikan model bisnis yang dibuat atau direncanakan.

Kebutuhan ini bisa berupa dukungan dari orang, ketersediaan alat maupun perangkat lunak, dan lain-lain. Tanpa adanya key resources maka produk atau layanan yang akan bisa dipasarkan dengan baik.

Kebutuhan ini sangatlah penting untuk dipikirkan sebelum memulai suatu usaha. Sehingga produk maupun layanan yang dipasarkan sesuai dengan keinginan dan harapan dari pemula usaha atau founder produk maupun layanan tersebut.

8. Key Partnership

Key patnership merupakan pihak yang terkait yang menjadi penentu jalannya bisnis. Misalnya dalam mengembangkan bisnis platform e-commerce, bisa jadi yang menjadi pihak atau rekanan utamanya adalah pihak pemasok barang atau sang distributor.

Key partnership juga sangat penting perannya bagi pebisnis yang mengandalkan pembuatan produk maupun layanan dengan bahan baku yang disediakan dari orang lain.

9. Cost Structure

Cost structure berisi tentang berapa banyak biaya yang perlu dikeluarkan dalam mengembangkan, memasarkan, dan mendistribusikan pelayanan maupun produk yang akan maupun sudah berhasil dikembangkan oleh pemula usaha.

Hal ini adalah akhir dari elemen bisnis model canvas. Cost structure ini harus dibuat dengan benar-benar cermat.

Alasannya, elemen ini menentukan juga seberapa keuntungan dan kerugian yang didapatkan oleh pebisnis, sehingga founder bisa menentukan harus melakukan apa pada produk maupun layanan yang mereka miliki.

Dengan menggunakan dan menerapkan cara membuat bisnis model canvas bagi pemula usaha , Anda dapat memperhatikan elemen pada bisnis model canvas.

Dengan demikian, diharapkan para pemula bidang usaha akan lebih menghasilkan nilai yang lebih bagi berbagai pihak yang terlibat dalam proses tersebut.

Walaupun bisnis model canvas yang dilakukan untuk startup pada tahapan awal ini sifatnya eksperimental namun bisnis model canvas ini sangat diperlukan.

Advertisement

Konsep awal usaha yang dibuat oleh pemula usaha bisa saja tidak berhasil untuk diimplementasikan, pemula usaha juga harus melakukan pengujian, validasi, dan pembuatan ulang bisnis model canvas sampai menemukan model yang sesuai.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *