Pekerjaan

Penting Untuk Dipahami, Begini Cara Menghitung Upah Lembur Kerja Karyawan yang Benar

Cara menghitung lemburan kerja karyawan sudah diatur melalui ketetapan Pemerintah. Ketetapan tersebut bertujuan untuk melindungi kedua belah pihak, baik pekerja maupun perusahaan;...

Written by Widiatmoko Eling · 3 min read >
kerja lembur
kerja lembur
Sumber : www.tiktak.id

Cara menghitung lemburan kerja karyawan sudah diatur melalui ketetapan Pemerintah. Ketetapan tersebut bertujuan untuk melindungi kedua belah pihak, baik pekerja maupun perusahaan; sehingga tidak ada yang akan merasa dirugikan.

Pemerintah telah mengeluarkan beberapa ketetapan untuk melindungi kedua belah pihak, baik pekerja maupun perusahaan; sehingga tidak ada yang akan merasa dirugikan.

Sudah bukan hal tabu lagi para pekerja kantoran maupun lapangan memiliki jam kerja yang cukup padat dan terkadang tidak sesuai dengan porsi pekerjaan yang sudah menjadi tanggung jawab mereka.

Salah satu cara yang sering dilakukan para pekerja untuk masalah tersebut adalah melakukan pekerjaan melebihi jam kantor.

Lembur kerja mungkin bisa menjadi solusi, terlebih jika perusahaan menyediakan tunjangan tambahan untuk ini. Kerja lembur menjadi hal yang wajar, hampir di setiap perusahaan terutama yang sedang mengoptimalkan produktivitas untuk mengejar target.

Dalam hal ini, perusahaan diperbolehkan mempekerjakan karyawan di luar jam kerja harian mereka. Hal-hal terkait ketenagakerjaan di Indonesia telah dijelaskan dalam UU Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan.

Undang-undang tersebut menyatakan bahwa tenaga kerja menempati kedudukan penting sebagai penggerak pembangunan.

Oleh karena itu, pemerintah menjamin agar setiap tenaga kerja mendapatkan hak-haknya, tak terkecuali hak berupa upah lembur. Bahkan, pemerintah juga telah menetapkan cara menghitung lembur.

Baca Juga : Perusahaan Dengan Budaya Kerja yang Positif Mampu Meningkatkan Produktivitas Karyawan

Peraturan Lembur Karyawan

Persyaratan lembur
Sumber : media.beritagar.id

Mengacu Pada Pasal 1 Kep-102/MEN/VI/2004 dijelaskan bahwa lembur adalah waktu kerja yang melebihi 7 jam sehari dan 40 jam seminggu untuk perusahaan yang beroperasi 6 hari kerja, atau melebihi 8 jam sehari dan 40 jam seminggu untuk perusahaan yang memberlakukan 5 hari kerja.

Kerja saat hari libur mingguan atau hari libur yang ditetapkan pemerintah juga termasuk lembur. Berdasarkan Undang-Undang Ketenagakerjaan No 13 Tahun 2003, Pasal 78, kerja lembur hanya bisa dilakukan apabila ada perintah dari perusahaan dan disetujui oleh karyawan.

Jadi, Kerja lembur merupakan kesepakatan kedua belah pihak antara perusahaan dan karyawan. Selain itu, perusahaan juga wajib membayar upah kerja lembur di luar jam kerja.

Menyimak Peraturan Kemenakertrans No. KEP. 102/MEN/VI/2004 Pasal 6, di jelaskan bahwa sebelum melukukan kerja lembur, ada beberapa persyaratan-persyaratan yang harus di penuhi sebagaimana berikut ini:

  1. Harus ada perintah tertulis dari perusahaan dan persetujuan tertulis dari pekerja yang bersangkutan.
  2. Harus ada rincian pelaksanaan kerja lembur seperti daftar nama pekerja, waktu dan lain sebagainya.
  3. Adanya bukti tanda-tangan kedua belah pihak.

Perusahaan yang mempekerjakan karyawan selama waktu kerja lembur harus memberikan kesempatan kepada karyawannya untuk istirahat secukupnya.

Berdasarkan Keputusan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi No.102 Tahun 2004. Dalam Pasal 3 disebutkan:

  1. Waktu kerja lembur hanya dapat dilakukan paling banyak 3 jam dalam 1 hari dan 14 jam dalam 1 minggu.
  2. Ketentuan waktu kerja lembur sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) tidak termasuk kerja lembur yang dilakukan pada waktu istirahat mingguan atau hari libur resmi.

Artinya, batas maksimal jam lembur per hari tidak boleh lebih dari 3 jam dan total seminggu tak boleh melebihi 14 jam.

Sedangkan kerja lembur di hari libur tidak dihitung dalam lembur mingguan. Perusahaan yang menerapkan jam lembur melebihi batas bisa dikenai sanksi denda paling sedikit Rp 5 juta dan paling banyak Rp 50 juta.

Tidak Semua Pekerja Mendapatkan Upah Lembur

Ternyata Peraturan lembur karyawan diatas tidak berlaku bagi karyawan yang termasuk dalam golongan jabatan tertentu.

Alasannya adalah karena karyawan tersebut mendapatkan upah yang lebih tinggi. Karyawan yang termasuk dalam golongan jabatan tertentu tersebut memiliki tanggung jawab sebagai pemikir, perencana, pelaksana dan pengendali jalannya perusahaan.

Dimana waktu kerjanya tidak dapat dibatasi menurut waktu kerja yang telah ditetapkan perusahaan sesuai dengan peraturan undang-undang yang berlaku.

Perturan tersebut di jelaskan pada Pasal 4 Keputusan Menteri Nomor Kep. 102/MEN/VI/2004 tentang Waktu Kerja Lembur dan Upah Kerja Lembur.

Mekanisme Menghitung Upah Lembur

cara menghitung upah
Sumber : sleekr.co

Mengacu pada Keputusan Menteri Nomor 102/MEN/VI/2004 Pasal 11, yaitu cara menghitung lemburan kerja memiliki ketentuan sebagai berikut:

  1. Perhitungan upah lembur karyawan harus didasarkan pada upah bulanan.
  2. Cara perhitungan upah dalam satu jam adalah 1/173 x upah satu bulan.

Arti dari angka 173 dalam menghitung upah lembur adalah rata-rata jam kerja karyawan per bulan. Berikut penjelasan bagaimana cara mendapatkan angka 173 tersebut.

Dalam 1 tahun ada 52 minggu. Sehingga, dalam 1 bulannya terdapat 4,3 minggu (52 minggu/12 bulan). Total jam kerja karyawan setiap minggu adalah 40 jam. Jadi, total jam kerja karyawan selama 1 bulan adalah 40 jam/minggu X 4,33 minggu = 173,333 (berlaku pembulatan menjadi 173 jam).

Berikut adalah cara perhitungan upah lembur kerja:

Apabila Lembur Dilakukan Pada Hari Kerja

Jam Lembur

Rumus

Jam pertama lembur 1,5 X 1/173 X Upah Sebulan
Jam ke-2 dan seterusnya 2 X 1/173 X Upah Sebulan

kerja lembur dilakukan pada hari istirahat mingguan atau hari libur resmi

( waktu kerja 6 hari atau  kerja 40 jam/minggu )

Jam Lembur

Rumus

7 jam pertama 7 jam x 2 x 1/173 x upah sebulan
Jam ke-8 1 jam x 3 x 1/173 x upah sebulan
Jam ke-9 s/d jam ke-10 1 jam x 4 x 1/173 x upah sebulan

kerja lembur dilakukan pada hari istirahat mingguan atau hari libur resmi

( waktu kerja 5 hari kerja dan 40 jam/minggu )

Jam Lembur

Rumus

8 jam pertama 8 jam x 2 x 1/173 x upah sebulan
Jam ke-9 1 jam x 3 x 1/173 x upah sebulan
Jam ke-10 s/d jam ke-11 jam x 4 x 1/173 x upah sebulan

Contoh Perhitungan Upah Lemburan Karyawan

Berikut adalah contot cara menghitung lemburan.

1. Pada Hari Kerja

Bapak Suwadi bekerja di sebuah perusahaan customer good yang menerapkan sistem 8 jam kerja/hari, dan 40 jam dalam seminggu. Gaji Pak Suwadi sebesar Rp5000.000/bulan sudah termasuk gaji pokok dan tunjangan tetap. Jika Pak Suwadi lembur malam 3 jam selama 3 hari berturut-turut. Maka berapa upah lembur yang di terima Pak Suwadi ? hitungannya adalah sebagai berikut:

Diketahui :

Upah sebulan : Rp 5.000.000

Upah lembur/jam: 1/173 x Rp 5.000.000 = Rp 28.900

"<yoastmark

Rumus : 1/173 x upah satu bulan.

Ditanya :
Berapa upah lembur yang di terima Pak Suwadi setelah lembur 3 jam selama 3 hari berturut-turut ?

Jawab :
Upah lembur/minggu: 16,5 x Rp 5.000.000 = Rp 303.000

Jadi, upah lembur yang di terima Pak Suwadi setelah lembur 3 jam selama 3 hari berturut-turut sebesar Rp 303.000

2. Pada Hari Libur Nasional

Pak Kukuh harus melakukan lembur pada hari jumat, dan hari tersebut adalah hari libur resmi pemerintah. Saat ini gaji Pak Kukuh sebesar Rp 3.000.000/bulan. Pak Kukuh bekerja selama 5 jam karena hari itu adalah hari pendek, ditambah 3 jam lembur. Maka Pak Kukuh akan mendapatkan upah lembur sebagai berikut:

5 jam pertama: 5 jam x 2 x 1/173 x Rp 3.000.000 = Rp 173.410
Jam ke-6: 1 jam x 3 x 1/173 x Rp 3.000.000 = Rp 52.023
Jam ke-7 s/d jam ke-8: 1 jam x 4 x 1/173 x Rp 3.000.000 = Rp 69.364

Maka, upah yang akan didapatkan oleh Pak Kukuh adalah:

Jadi, Total upah lembur = Rp 173.410 + Rp 52.023 + Rp 69.364= Rp 294.797

Setelah membaca artikel cara menghitung lemburan di atas, Anda tentu semakin bisa memahami tentang konsep uang lembur. Pemahaman aturan lembur yang benar bisa membuat kinerja karyawan meningkat dan mengurangi potensi gesekan antar karyawan dengan perusahaan. Jadi, jangan lupa membagikan artikel penting di atas terutama untuk para karyawan, terima kasih.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *