Keuangan

Pengertian Pajak, Jenis, Manfaat dan Fungsinnya

Pengertian Pajak Berdasar Undang-Undang. Pengertian pajak berdasarkan UU KUP Nomor 28 Tahun 2007 Pasal 1 ayat 1 adalah kontribusi wajib kepada negara...

Written by Widi · 2 min read >
pajak
hukum pajak
Sumber Gambar : https://energyenvironmentallawadviserboutique.lexblogplatformthree.com/

Pengertian Pajak Berdasar Undang-Undang.

Pengertian pajak berdasarkan UU KUP Nomor 28 Tahun 2007 Pasal 1 ayat 1 adalah kontribusi wajib kepada negara yang terutang oleh orang pribadi atau badan yang bersifat memaksa berdasarkan Undang-Undang, dengan tidak mendapatkan imbalan secara langsung dan digunakan untuk keperluan negara bagi sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.

Secara umum pajak dapat di artikan sebagai iuran yang dipaksakan pemerintahan suatu negara dalam periode tertentu kepada rakyat yang bersifat wajib dan harus dibayarkan oleh rakyat kepada negara dan bentuk balas jasanya tidak langsung.

Ciri-Ciri Pajak.

Setelah mengetahui pengertian pajak, maka anda perlu mengetahui ciri – ciri dari pajak sebagai berikut :

1. Pajak Adalah Kontribusi Wajib Warga Negara.

Berdasarkan undang-undang memang semua rakyat Indonesia terikat dengan pajak. Namun hal tersebut hanya berlaku untuk warga negara yang sudah memenuhi syarat subjektif dan syarat objektif.

Yaitu warga negara yang memiliki penghasilan melebihi Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP).

PTKP yang berlaku saat ini adalah sebesar Rp 54.000.000 per tahun atau Rp 4.500.000 per bulan. Artinya, jika Anda adalah pegawai pemerintah atau swasta dan memiliki pendapatan lebih dari Rp 4,5 juta sebulan akan kena pajak.

2. Pajak Bersifat Memaksa untuk Setiap Warga Negara.

Pembayaran pajak sudah diatur di dalam sebuah Undang – Undang. Setiap warga negara apabila memenuhi syarat subjektif dan objektif, maka wajib untuk membayarkan pajak.

Dalam undang-undang pajak sudah dijelaskan, apabila seseorang dengan sengaja tidak membayar pajak yang seharusnya dibayarkan, maka ada ancaman sanksi administratif maupun hukuman secara pidana.

3. Warga Negara Tidak Mendapat Imbalan Langsung.

Pajak yang terkumpul tidak akan secara langsung dapat dinikmati oleh rakyat,karena pajak yang terkumpul digunakan untuk kepentingan umum bukan individual.

Pajak merupakan salah satu sarana pemerataan pendapatan warga negara dan sumber dana pembangunan negara bagi pemerintah. Jadi di jangka panjang masyarakat umum dapat menikmati efeknya dari pembangunan tersebut.

4. Pajak Berdasar Pada Undang-Undang.

Pajak diatur dalam undang-undang negara. Ada beberapa undang-undang yang mengatur tentang mekanisme perhitungan, pembayaran, dan pelaporan pajak.

Jenis Pajak yang Dipungut Pemerintah dari Warga Negara.

jenis pajak
Sumber Gambar : https://sleekr.co/
  • Berdasarkan sifatnya, pajak digolongkan menjadi 2 jenis, yaitu: pajak langsung dan pajak tidak langsung.

1. Pajak Langsung.

Artinya pajak yang diberikan secara berkala kepada wajib pajak berlandaskan surat ketetapan pajak yang dibuat kantor pajak. Dalam surat ketetapan pajak terdapat jumlah pajak yang harus dibayar oleh wajib pajak.

Pajak langsung harus ditanggung seseorang yang terkena pajak dan tidak dapat dialihkan kepada pihak yang lain. Contohnya: Pajak Bumi dan Penghasilan (PBB) dan pajak penghasilan.

2. Pajak Tidak Langsung.

Artinya pajak yang hanya diberikan kepada wajib pajak bila melakukan peristiwa atau perbuatan tertentu.

Pajak ini tidak dapat dipungut secara berkala. Artinya pajak tidak langsung dapat dipungut saat terjadi peristiwa atau perbuatan tertentu yang menyebabkan kewajiban membayar pajak.

Contoh :penjualan barang mewah, pajak ini hanya diberikan bila wajib pajak menjual barang mewah.

  • Berdasarkan instansi pemungutnya, pajak digolongkan menjadi 2 jenis, yaitu: pajak daerah dan pajak negara.

1. Pajak Daerah.

Artinya pajak yang dipungut oleh pihak pemerintah daerah.Contoh dari pajak daerah ini adalah pajak hotel, hiburan, restaurant, dan beberapa bentuk usaha lainnya

2. Pajak Negara.

Artinya pajak yang dipungut oleh pihak pemerintah pusat. Contoh dari pajak ini adalah PPN, Pajak Penghasilan (PPh), PPnBM, bea meterai, PBB (perkebunan, perhutanan, dan pertambangan).

  • Berdasarkan objek dan subjeknya, pajak digolongkan menjadi 2 jenis, yaitu pajak objektif dan pajak subjektif.

1. Pajak Berdasarkan Subjekif.

Artinya pajak yang dipungut oleh pihak pajak berdasarkan subjeknya.Contoh dari pajak ini adalah pajak penghasilan dan pajak kekayaan.

2. Pajak Berdasarkan Objekif.

Artinya merupakan pajak yang diambil dari objeknya. Biasanya contoh dari pajak ini adalah pajak kendaraan, pajak bea masuk, pajak impor, dan berbagai pajak lainnya.

Manfaat dan Fungsi Pajak.

PEMERATAAN
Sumber Gambar ; https://mimbarsumbar.id/

Pajak adalah salah satu sumber pendapatan negara yang paling vital. Pajak memiliki peranan yang signifikan dalam kehidupan bernegara, khususnya pembangunan. Berikut adalah beberapa fungsi pajak, antara lain:

1. Fungsi Anggaran.

Pajak adalah sumber utama pendapatan negara, karenanya pajak juga memiliki fungsi untuk membayar segala pengeluaran negara. Tujuan lainya adalah untuk menyeimbangkan pengeluaran negara dengan pendapatan negara.

2. Fungsi Mengatur.

Pajak juga dapat dijadikan sebagai salah satu alat untuk mengatur kebijakan negara untuk mengatur sosial dan ekonomi negara.

Dengan kebijakan pemerintah, pajak secara tidak langsung akan membantu ekonomi negara dan masyarakatnya. Artinya pajak juga dapat berfungsi untuk mengatur pertumbuhan ekonomi dari negara Indonesia.

3. Fungsi Pemerataan.

Pajak juga berfungsi untuk pemerataan dari pendapatan masyarakat dengan tujuan kebahagiaan dan kesejahteraan masyarakat.

4. Fungsi Stabilisasi.

Keberadaan pajak ini bisa digunakan untuk menstabilkan perekonomian yang ada di suatu negara. Pajak dapat berfungsi untuk mengatasi inflas dan seflasi.

Untuk mengatasi inflasi pemerintah dapat menetapkan pajak yang tinggi, sehingga jumlah uang yang beredar dapat dikurangi.

Sedangkan untuk mengatasi kelesuan ekonomi atau deflasi, pemerintah dapat menurunkan pajak, sehingga jumlah uang yang beredar dapat ditambah dan deflasi dapat di atasi.

Demikian ulasan mengenai informasi seputar pajak, semoga bermanfaat bagi kita semua. Sebagai warga negara yang baik jangan lupa untuk membayar pajak. Ingat! Orang bijak taat pajak.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *