Keuangan

Memahami Istilah-istilah Keuangan Seperti Perbedaan Aset dan Liabilitas Berikut Penjelasannya

Perkembangan ekonomi yang semakin dinamis, menimbulkan banyak istilah keuangan yang harus diketahui. Salah satu contohnya adalah tentang perbedaan aset dan liabilitas. Advertisement...

Written by Widiatmoko Eling · 2 min read >
ASURANSI 2
ASURANSI 2
Sumber Gamar : https://image.cermati.com/

Perkembangan ekonomi yang semakin dinamis, menimbulkan banyak istilah keuangan yang harus diketahui. Salah satu contohnya adalah tentang perbedaan aset dan liabilitas.

Advertisement

Istilah-istilah tersebut kerap dipergunakan untuk kegiatan sehari-hari. Tujuan dari adanya istilah keuangan ini adalah, untuk lebih memudahkan dalam mengelompokkan dan membedakan nilai keuangan.

Istilah aset mungkin sudah tidak begitu asing didengar. Namun untuk istilah liabilitas mungkin masih terdengar agak asing.

Tidak sedikit orang yang belum memahami istilah keuangan tersebut. Ketika kamu bekerja yang ada hubungannya dengan keuangan, akan sangat perlu untuk memahami istilah keuangan.

Membedakan aset dan liabilitas juga perlu belajar dan latihan dari beberapa contoh.

Perbedaan Aset dan Liabilitas

Pengertian Aset

Dalam ilmu akuntansi, yang dimaksud dengan aset adalah harta. Pengertian lainnya menyebutkan suatu sumber daya atau kekayaan yang dimiliki oleh sebuah perusahaan.

Kekayaan ini dapat diperoleh dari sumber daya yang ada, baik berupa benda atau hak yang sebelumnya telah didapatkan dari transaksi atau kegiatan masa lalu. Aset juga disebut dengan aktiva.

Macam-Macam Aktiva

Aktiva atau aset ini merupakan kekayaan yang bisa diukur menggunakan satuan uang. Contoh mudah dari aktiva ini adalah tanah, properti, gedung, barang dagangan, dan lainnya.

Secara umum aktiva ini dibagi menjadi aktiva lancar dan tidak lancar. Untuk aktiva tidak lancar masih terbagi menjadi aktiva tetap dan aktiva tidak berwujud. Berikut adalah penjelasan masing-masing aktiva.

  • Aktiva lancar biasanya dipergunakan atau dimanfaatkan untuk waktu yang relatif singkat. Kebanyakan perusahaan menggunakan aktiva lancar ini tidak lebih dari satu tahun. Aktiva lancar ini dapat dikonversikan dalam bentuk uang kas. Contoh aktiva lancar ini antara lain:
    • Uang tunai (cash)
    • Piutang dagang (account receivable)
    • Persediaan (inventories)
    • Wesel tagih (notes receivable)
    • Beban dibayar dimuka (prepaid expense)
    • Pendapatan yang belum diterima (accrued receivable)
  • Aktiva tetap bisa diartikan sebagai kekayaan yang dimiliki oleh suatu entitas dan bersifat permanen. Aset ini dapat diukur dengan jelas dan digunakan untuk waktu yang relatif lama. Aktiva tetap ini bertujuan untuk digunakan sendiri oleh perusahaan dan bukan untuk dijual kembali. Beberapa contoh dari aktiva tetap ini antara lain.
    • Tanah
    • Peralatan kantor
    • Bangunan atau gedung
    • Kendaraan
    • Mesin
  • Aktiva Tidak Berwujud merupakan aktiva yang tidak terlihat, tidak bisa disimpan, dan tidak dapat dipegang bentuknya, namun dapat kamu rasakan manfaatnya. Aktiva ini banyak berupa hak-hak perusahaan, dimana segala sesuatu yang berhubungan dengan kepemilikan diatur dan dilindungi oleh undang-undang. Contoh dari aktiva tidak berwujud ini adalah sebagai berikut.
  • Trademark dan Goodwill
  • Hak paten
  • Franchise
  • Hak sewa atau kontrak
  • Hak guna bangunan

Baca Juga : Pengertian Nilai Aktiva Bersih dan Cara Menghitungnya

Pengertin Liabilitas

Liabilitas secara umum diartikan sebagai harta yang membuat kamu harus mengeluarkan uang.

Mudahnya, liabilitas adalah kewajiban. Kewajiban ini muncul karena transaksi yang terjadi pada masa lalu, sehingga mengharuskan adanya transfer atau penggunaan aset.

Liabilitas dibagi menjadi kewajiban lancar, tidak lancar, dan kewajiban kontinjensi.

  • Kewajiban lancar atau disebut juga dengan liabilitas jangka pendek. Kewajiban lancar ini biasanya memiliki tempo kurang dari satu tahun. Liabilitas jangka pendek merupakan komponen kunci dalam pengambilan langkah likuiditas jangka pendek. Contoh yang termasuk dalam kewajiban lancar ini antara lain
    • Hutang bunga
    • Hutang tagihan
    • Biaya yang belum dibayar
    • Hutang pajak penghasilan
    • Pinjaman jangka pendek
  • Kewajiban tidak lancar atau liabilitas jangka panjang merupakan suatu kewajiban yang memiliki tempo lebih dari satu tahun. Kewajiban ini merupakan sumber penting pembiayaan perusahaan untuk jangka panjang. Berikut adalah contoh kewajiban tidak lancar tersebut.
    • Hutang hipotik
    • Wesel jangka panjang
    • Hutang obligasi
    • Sewa modal
  • Kewajiban atau liabilitas kontinjensi merupakan sebuah kewajiban yang mungkin terjadi. Hal ini tergantung dari peristiwa atau hasil yang didapatkan di masa depan. Kewajiban liabilitas adalah sebuah liabilitas yang potensial. Contohnya adalah etika profesi akuntan.

Memahami istilah-istilah keuangan, seperti perbedaan aset dan liabilitas adalah hal yang penting.

Ketidaktahuan akan istilah ini akan berpengaruh pada pencatatan laporan keuangan.

Istilah keuangan ini akan membantu kamu untuk melakukan pencatatan sesuai dengan kategori yang ditentukan.

Advertisement

Tujuan akhirnya adalah apa yang menjadi aset dan liabilitas suatu entitas dapat diawasi dengan mudah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *